Nama lengkap saya Muryati Dyah Safarina. Awalnya nama panggilan saya Dyah tetapi semenjak Sekolah Menengah Atas nama panggilan saya berubah menjadi Emur karena keisengan seorang teman sebangku saya ketika Sekolah Menengah Atas kelas 10. Akhirnya nama panggilan saya sampai bangku kuliah sekarang adalah Emur. Pada tahun 1993, saya lahir ke dunia ini tepatnya pada tanggal 10 Agustus yang bertempat di rumah sakit Putra Bahagia, Cirebon. Ayah saya yang bernama Wahyudin seorang karyawan swasta dan ibu saya yang bernama Yoyoh Heryati seorang karyawan swasta juga. Adik saya sekarang berumur 13 tahun yang bersekolah di SMPI Al-Azhar BSD duduk di kelas 8 atau 2 SMP. Pada saat TK saya tinggal di daerah Bekasi tepatnya di daerah Bekasi Timur. Saya bersekolah di TK Pertiwi selama dua tahun. Ketika Sekolah Dasar saya bersekolah di SDI Al-Azhar Syifa Budi Legenda selama enam tahun. Selama Sekolah Dasar saya sempat memenangkan lomba membaca, menulis dan berhitung tingkat gugus, kecamatan dan kabupaten. Dalam tingkat gugus saya meraih Juara 1, pada tingkat kecamatan saya meraih juara 1 dan tingkat kabupaten saya meraih juara 2. Ketika Sekolah Menengah Pertama saya bersekolah di SMPI Al-Azhar Syifa Budi Legenda selama tiga tahun. Setelah menduduki Sekolah Menengah Pertama saya dan keluarga saya pindah ke daerah Bumi Serpong Damai, Tangerang. Alasan saya dan keluarga saya pindah adalah agar ibu saya yang ketika itu bekerja di daerah Alam Sutera Tangerang tidak terlalu jauh dalam menempuh perjalanan menuju kantor. Saya bersekolah di SMAI Al-Azhar BSD ketika menduduki Sekolah Menengah Atas. Saya bersekolah di SMAI Al-Azhar BSD selama 3 tahun. Pada saat menduduki Sekolah Menengah Atas, saya pernah mengikuti lomba basket se Provinsi Banten dan juara dua pada saat itu. Selain itu pada tahun 2009 saya pernah mengikuti seleksi Pengibar Bendera Pusaka untuk tingkat Provinsi Banten mewakili sekolah saya dan alhamdulillah keterima menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Provinsi Banten. Setelah lulus dalam Sekolah Menengah Atas saya ingin melanjutkan ke dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada saat itu, saya daftar ke enam perguruan tinggi negri di Indonesia. Saya tes di semua perguruan tinggi negri tersebut hingga pada akhirnya saya keterima di Universitas Sebelas Maret jurusan Agribisnis dan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya jurusan Sistem Informasi. Pada akhirnya saya memilih Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi hingga pada saat ini saya berkuliah di ITS. Awalnya saya ragu mengambil di Institut Teknologi Sepuluh Nopember karena basic di dalam diri saya tidak dalam bidang komputer tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa mengikuti pelajaran disini. Saya akan membagi menjadi empat bagian yang ada dalam diri saya. Yang pertama adalah open/freea area yang berarti saya mengetahui hal itu dan orang lain mengetahui juga. Yang termasuk open/free area dalam diri saya adalah saya orang yang ceria, heboh, suka ketawa ngakak, mudah bergaul, suka bercanda, humoris dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Saya menyadari hal tersebut dikarenakan memang saya merasakan sendiri dalam bergaul tidak memilih-milih teman. Tetapi ada juga orang yang bilang saya pendiam, datar, tertutup. Area kedua yang dalam diri saya adalah blind area. Blind area berarti orang lain mengetahui hal itu tetapi saya sendiri tidak mengetahuinya. Yang termasuk dalam blind area dalam diri saya adalah orang mengatakan saya termasuk orang yang tomboy, kurang perhatian, cuek dalam lingkungan sekitarnya, saking tomboynya pada waktu kecil sampai ada yang mengira bahwa dulu saya adalah laki-laki. Ada juga orang yang berkata bahwa pergerakan motorik saya lebih daripada numerik. Area yang lain dalam diri saya adalah hidden area. Hidden area adalah area yang orang lain tidak mengetahui tetapi diri sendiri mengetahuinya. Hidden area dalam diri saya adalah saya termasuk orang yang sama sekali tidak menyukai politik karena menurut saya politik itu hal yang sangat tidak menarik dana membosankan. Selain itu hidden area dalam diri saya adalah saya termasuk orang yang suka mengundur-ngundur waktu dan terkadang suka tidak dapat mencapai target dalam mencapai sesuatu. Namun, dalam mencapai sesuatu saya termasuk orang yang gigih. Apabila sesuatu itu belum tercapai saya akan berusaha sampai mendapakan harapan saya itu. Banyak orang tidak mengetahui hal iniyang berada dalam diri saya ini. Area yang terakhir dalam diri saya adalah unknown area. Unknown area ini adalah area yang tidak diketahui oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. Dalam unknown area biasanya bisa berisi harapan-harapan yang belum tercapai dalam hidup kita. Unknown area dalam diri saya adalah lebih berpusat untuk masa depan. Saya berharap bisa memiliki usaha pribadi yang bisa menguntungkan bagi orang lain dan bagi khalayak banyak. Untuk mencapai harapan tersebut mulai dari sekarang ini saya mulai belajar untuk membangun usaha secara mandiri. Cara ini biasanya saya tempuh dengan mengikuti seminar-seminar mengenai entrepreneurship dan belajar memanajemen keuangan sejak sekarang.
Lena Maria
Lena Maria Klingvall terlahir di Stockholm Swedia, tanpa memiliki kedua lengan dan dengan kaki kiri yang lebih kecil dari ukuran normal. Walaupun dengan kondisi fisik seperti itu, kini ia mampu meraih lebih banyak prestasi dibandingkan dengan orang yang pada umumnya berfisik normal.
Orangtua Lena Maria sangat terkejut ketika mengetahui anak mereka terlahir tanpa tangan dan hanya memiliki satu kaki normal. Tetapi mereka tidaklah kecewa dan berputus asa, mereka yakin bahwa anak mereka itu berhak melakukan apapun, mereka membesarkannya dengan penuh kebanggaan dan kasih sayang. Mereka tidak malu untuk memperkenalkan anak mereka ke lingkungan tempat tinggal, dan teman-teman mereka. Banyak kerabat yang salut kepada keteguhan dan kegigihan mereka, bahkan memberikan semangat serta dukungan bagi mereka. Hal ini yang menjadikan Lena Maria tumbuh menjadi sosok yang mandiri, penuh keyakinan dan kepercayaan diri.

Walaupun tak memiliki kedua tangan, Lena Maria belajar renang ketika umurnya masih tiga tahun. Pada usia 18 tahun, ia meraih juara di kejuaraan olahraga nasional Swedia di cabang renang dan menempatkannya sebagai salah satu atlet renang nasional Swedia. Banyak kompetisi renang yang telah diikutinya salah satunya kejuaraan Paralympic Nasional di Seoul, Korea Selatan.

Saat ini, Lena telah berhenti menjadi atlet nasional dan memulai kariernya di bidang seni. Ia mendapatan beasiswa dari pemerintah Swedia untuk melanjutkan pendidikannya di The Royal University College of Music . Saat ini ia telah mengadakan berbagai konser di Moskow, Latvia, Jerman, USA, Hong Kong, Thailand, Korea, Singapore, Malaysia and Taiwan. Ia juga telah membuat beberapa album lagu yang diproduksi oleh Universal Music Jepang.
Selain berprestasi di bidang tarik suara, Lena Maria juga sangat berbakat dalam melukis. Ia melukis menggunakan mulut dan kakinya.
Pada tahun 1996, Lena Maria meluncurkan sebuah buku yang mengisahkan tentang hidupnya, yang berjudul “Foot-Notes”. Saat ini buku tersebut telah diterjemahkan dalam bahasa Norwegia, Finlandia, Polandia, Jerman, Perancis, Jepang, Thailand, Korea, Mandarin, Rusia, dan Inggris.
Pada tahun 1996, Lena Maria meluncurkan sebuah buku yang mengisahkan tentang hidupnya, yang berjudul “Foot-Notes”. Saat ini buku tersebut telah diterjemahkan dalam bahasa Norwegia, Finlandia, Polandia, Jerman, Perancis, Jepang, Thailand, Korea, Mandarin, Rusia, dan Inggris.

“I prefer to rejoice what I can do- not mourn what I can’t ” – Lena Maria

