Directed by : Deddy Mizwar
Produced by : Zairin Zain
Written by : Musfar Yasin
Starring : Reza Rahadian, Tika Bravani, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo,Tio Pakusadewo, Jaja Mihardja, Asrul Dahlan, Rinna Hasyim, Teuku Edwin, Sonia, Robby Tumewu, Sakurta Ginting, Boy, Angga
Music by : Ian Antono
Cinematography : Yudi Datau
Editing by : Tito Kurnianto, Enjah, Hanif Ridlo
Studio : CitraSinema
Runningtime : 100 minutes
Country : Indonesia
Language : Indonesian
Satu lagi film komedi karya Deddy Mizwar yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan Deddy Mizwar sendiri. Filmyang berjudul ‘Alangkah Lucunya Negri Ini’ bertema pendidikan. Dalamalur cerita ini anak-anak dirubah menjadi pencopet yang berada di masyarakat. Film Alangkah Lucunya Negri Ini ditulis oleh Musfar Yasin dan diperankan oleh Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Miharja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rrina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia dan Teuku Edwin.
Di dalam film ini Reza Rahadian berperan sebagai Muluk, seorang pemuda yang setelah 2 tahun sarjana tidak mendapatkan pekerjaan dan menjadi pengagguran. Untungnya, Muluk tidak pernah menyerah karena selalu mendapat support dari sang ayah Makbul yang diperankan Deddy Mizwar dan pacarnya Rahma yang diperankan oleh Sonia.
Suatu hari, Muluk bertemu dengan Komet yang diperankan oleh Angga. Seorang pencopet di dalam mini market. Muluk kemudian berkenalan dengan Jarot yang diperankan oleh Tio Pakusadewo melalui Komet. Jarot merupakan bos dari perkumpulan anak kecil yang menjadi pencopet. Melalui pertemuan ini, Muluk menawarkan kerjasama dengan Jarot. Muluk akan membuat management untuk tiap pemasukan yang diterima dari setiap pencopet setiap harinya. Dengan cara ini, uang yang dihasilkan lama lama akan terkumpul dan pencopet kecil nantinya akan berpeluang untuk membuka bisnis dari uang yang didapatkan.
Setelah sekian lama, hubungan antara Muluk dengan para pencopet kecil tersebut semakin hari semakin dekat. Muluk mendapatkan dua teman dekat yaitu Pipit (Queen Tika Bravani) dan Samson (Asrul Dahlan) untuk mengajarkan anak-anak ilmu pengethauan alam dan agama.
Sebuah permasalahan kecil terjadi saat ayah Muluk bertanya mengenai pekerjaannya. Dengan terpaksa Muluk menjawab bahwa pekerjaannya adalah bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. Beberapa waktu kemudian, Haji Rahmat meminta Muluk agar dapat mempekerjakan anaknya, Pipit karena Pipit sehari-hari hanya mengurusi kuis-kuis di televisi dan mengirim undian berhadiah kemana-mana. Muluk pun menyanggupi hal tersebut dan mengajak Pipit untuk mengajar agama bagi anak-anak pencopet.
Akhirya permasalahan tiba, Pak Makbul ayah Muluk, Haji Rahmat ayah Pipit dan Haji Sarbini calon mertua Muluk bersikeras hendak melihat tempat kerja Pipit, Muluk dan Samsul. Mereka amat terkejut sewaktu mengetahui bahwa anak-anak mereka rupanya bekerja untuk para pencopet dan yang lebih menyakitkan hati mereka bahwa makan yang selama ini mereka makan berasal dati uang hasil copet. Karena pertentangan batin yang hebat terjadi di hati Muluk, Pipit dan Samsul akhirnya mereka bertiga menjadi pedagang asongan dan tidak meneruskan pekerjaan haramnya yaitu mencopet.


0 comments:
Post a Comment